Jumat, 28 Juni 2013

Tulisan Berbeda Untuk Lelakiku

Tulisan ini kutulis tanpa tau sejauh mana kamu—juga aku telah melangkah untuk saling menemukan. 
Maaf aku tak mencantumkan namamu di sini, pun alamatmu. Yang pasti, ini kutulis untuk kamu; lelaki terakhirku.

Lelakiku, ketahuilah betapa hebatnya aku. Aku kuat, meski begitu tak berarti perjalananku menujumu kulalui tanpa lelah. Satu, dua,.., entah berapa banyak lelaki yang telah menjadi persinggahan, tempatku sejenak mengistirahatkan hati, menaruh harap, mencari-cari, apakah itu kamu? Tapi tidak. Bukan. 
Lelakiku, ceritaku bersama mereka di masa lalu tak melulu tentang kebaikan, tak melulu tentang kebahagiaan. Aku pernah menyakiti, aku pernah disakiti, aku pernah mengkhianati dan telah merasakan sakitnya dikhianati. Maka kali ini, izinkan aku memantaskan diri, agar kelak tak ada lagi perlakuanku yang menyakitkan. Sebab aku ingin menjaga, aku ingin kau jaga.

Lelakiku, bisa cepat datangi aku? Aku ingin segera kau nikahi. Aku lelah bermain-main, aku lelah dipermainkan. Aku ingin kamu. Aku ingin cintaku lekas menetap di hati yang seharusnya, yang sepantasnya.
Lelakiku, cincin yang kau lingkarkan di jari manisku pada hari pernikahan kita nanti akan menjadi bukti kecil bahwa aku adalah milikmu. Selebihnya biar kubuktikan di hari-hari selanjutnya, sepanjang waktu di sisa umurku.

Lelakiku, kepada kamu yang menyempurnakan hidup dan agamaku, aku bisa memastikan selamanya kamu akan menjadi satu-satunya. Kelak kamu boleh berbangga hati memiliki aku, sebagai teman hidup, sebagai perempuan terakhirmu.

-always lola-

Kamis, 27 Juni 2013

Untuk Lelakiku

Tuhan mencintaiku, sebab itu dituntun-Nya aku dalam kebaikan. Lalu kita dipertemukan lantas dibuat-Nya aku mencintaimu.
Lelakiku, jika benar kau adalah kebaikan yang Ia maksudkan untukku, sudikah kau menjadikan cintamu pada Sang Maha Cinta, sebagai pondasi untuk membangun rumah sederhana di tanah hatimu, untuk kita tinggali bersama, selamanya?
Iya, rumah sederhana. Aku tak ingin meminta istana. Sebab kutahu dicintai olehmu yang mencintaiku karena-Nya ialah kemewahan yang sebenar-benarnya.
Aku, takkan memintamu istana. Sebab kuyakin dengan sesisa umurku diimami oleh lelaki yang taat kepada-Nya, cukup membekaliku menuju istana yang sesungguhnya; Surga.
Jadi, lelakiku, sudikah kau menjadikan cintamu pada Sang Maha Cinta, sebagai pondasi untuk membangun rumah sederhana di tanah hatimu, untuk kita tinggali bersama, selamanya?

-always lola-

Jumat, 21 Juni 2013

Untukmu Nazwa Fauzia Rahma Amini

Assalamualaikum.........

Halloooooo, long time no post.... ya itu semua dikarnakan lupa password, yaa itulah gue yang pelupa memang selalu seperti ini, sampai tadi siang gue baru inget password blog ini..
Dan dipostingan kali ini, gue akan nulis tentang teman, sahabat , soulmate atauapapun itu yang pasti tulisan ini gue persembahkan untuk Nazwa Fauzia Rahma Amini

Dulu kamu hanyalah “teman” SD bagiku,bersama melangkah, pergi dan main bersama sepulang sekolah, kamu adalah seseorang yang selalu aku “samper” sebelum datang kesekolah, padahal untuk menuju rumahmu aku perlu melewati sekolah terlebih dulu.banyak yang kukatakan padamu, tentang cita citaku yang ingin menjadi seorang pengacara, dan banyak rahasia masa kecil yang aku sendiri merasa gelii jika mengingatnyaa. Tanpa kita sadari kita adalah kepompong yang ditempatkan di gedung yang sama, hari demi harinyaaa, sampai kelulusan tiba, kita memilih sekolah yang berbeda... kau memilih SMPN 1, dan aku memilih masuk pesantren. Selama SMP kita memang tidak pernah bertemu. Sampai pada akhirnya SMA, kita mulai terhubung kembali dengan adanya Facebook, dan BBM. 

Kau tahu, aku kaget saat melihatmu, untuk pertama kalinya setelah kelulusan Sd itu, “kamu tinggi waa! Bahkan melebihiku” dan semenjak itu kita kembali akrab, walau ada sedikit rasa kaku.

Tahun demi tahun seiring bertambahnya usia, membuatku ingin melalakukan apapun, meraih cita-cita , menikmati hidup, yang membawa ku pada banyak sahabat, lebih banyak teman dekat dan lebih banyak lagi teman bermain yang menyenangkan. Namun, hubungan pertemananku denganmu yang paling mendewasakanku. Kebahagiaan dan kesedihan datang silih berganti dengan cepat. Banyaknya kesalahan, keterpurukan dan jatuh bangun dalam hubungan pertemanan membuat kami semakin kuat dan dewasa. Hingga seperti teori evolusi yang kupelajari semejak kumengenal ilmu pengetahuan alam, perjalanan hidup akan menyeleksinya satu persatu dan membawamu pada teman sejati.

Teman sejati akan tertawa bersamamu disaat terjaya dan terindah hidupmu, dia akan katakan segala kesalahanmu di depan hidungmu, dan hanya padamu, bahkan terkadang hingga menusuk egomu tetapi dia juga yang menghapus air matamu saat dunia terasa tak adil bagimu. Yaaa .... terkadang dia memang tampak menyebalkan, terlalu cerewet dan posesif, bahkan kadang kejujurannya seakan menyesakannmu, namun akan kau sadari bahwa dialah malaikatmu karena yang dia lakukan adalah memastikan bahwa dirimu baik-baik saja.

Dia turut bahagia dengan semua kebahagiaan & prestasimu, dia mendengarkan dan memelukmu saat kamu patah hati dan terpuruk masalah, dia mengirimkan banyak doa dan yang mengagumkan, dia akan tetap menggenggam erat tanganmu meski kamu sedang menjadi pecundang terburuk dalam hidupmu. Yang paling hebat dari teman sejatimu, apapun yang terjadi padamu… dia akan slalu ada di sana untukmu…

Dalam tulisan ini aku ingin mengucapkan terimakasih...

Terimakasih, telah berada lama disisiku, telah memberikan waktumu untukku.

Terimakasih, telah bersikap jujur padaku, ketika aku benar benar membutuhkanmu.

Terimakasih, telah memaafkan kesalahanku, atas segala penilaian yang menyimpang.

Terimakasih, telah memberi sukacita warna dalam kehidupanku, terimakasih telah tertawa dan menangis bersamaku...

Untukmu yang takan pernah terganti, teman sejati dan pecinta tulusku, terimakasih tertinggiku untuk semua yang kau berikan padaku. Aku sayang padamu najewaaaa (bukan berarti lesbi yaa) selalu dan akan selamanya begitu.... *peluuukkk eraat*


-always lola-